Ingin Belajar Bahasa Jepang di Jepang? Kenali Visanya!

belajar bahasa jepang

Memang terdengar sangat mudah, tetapi faktanya tidak demikian. Untuk mampu belajar bahasa Jepang langsung di Negara Jepang, maka anda setidaknya harus mempersiapkan dana minimal 70 juta rupiah. Itupun masih sangat pas-pasan karena anda akan dihadapkan dengan biaya lainnya.

Pertama, anda harus menentukan ingin menjadi apa ketika sudah tiba di Jepang. Anda bisa melakukan kerja sambilan sambil belajar bahasa Jepang untuk menafkahi hidup anda sehari-hari, sehingga anda tidak akan merepotkan orang rumah nantinya.

Di Jepang, sudah lumrah untuk mendapatkan sebuah pekerjaan sambil belajar, tetapi harus memiliki visa tertentu. Jika anda sudah memiliki passport, maka sudah saatnya anda mencoba untuk mengajukan sebuah visa untuk tinggal di Jepang.

Mengajukan visa pun tidak semudah membalikkan telapak tangan, sekalipun anda memiliki banyak uang. Anda harus memiliki kegiatan yang jelas dan benar-benar matang diorganisir.

Beberapa visa yang bisa anda ajukan adalah visa pemagang, visa engineer, visa tokutei ginou, visa study, atau bahkan visa wisata.

Anda mesti hati-hati, Karena setiap jenis visa memiliki peranan masing-masing yang akan kita bahas di sini.

Pertama, visa pemagang memang sudah menjadi incaran kaum pemula untuk bisa pergi ke Jepang. Tetapi sayangnya, pekerjaannya tidak bisa kita prediksi dengan mudah. Ketika sudah memasuki tempat kerja dan menandatangi kontrak, maka anda tidak bisa lagi mundur sekalipun anda meminta. Kumiai akan melarang anda dengan keras.

Maka jangan heran jika banyak pemagang yang kabur karena berbagai macam alasan. Selain itu, terdapat pula beberapa perusahaan yang hanya mementingkan diri sendiri. Anda hanya akan menghabiskan waktu di tempat kerja tanpa liburan dan cuti. Hal ini pernah diceritakan oleh pengajar dari Weihome Gakuen. Alhasil, tujuan anda untuk belajar bahasa Jepang pun akan sirna.

Berbeda dengan visa engineer dan tokutei ginou. Kedua visa ini mensyaratkan anda menjadi professional di bidangnya. Artinya, anda pun akan memiliki lebih banyak penghasilan. Anda pun bisa meminta jam kerja seperti layaknya seorang pekerja Jepang. Kemungkinan bisa belajar bahasa Jepang meningkat tajam.

Bagi mereka yang memiliki visa study, maka tujuannya sudah jelas adalah belajar. Tetapi masih tetap bisa bekerja sambilan, yang disebut sebagai arubaito. Pekerjaan tersebut pun bisa berupa bekerja di restoran atau konbini. Gajinya sekitar 1000 yen per jam.

Tetapi untuk visa wisata anda hanya bisa mengambil sistem belajar tanki, yaitu belajar sebentar selama anda di Jepang. Kurun waktunya pun cukup sebentar, sekitar 3 minggu dan maksimal 3 bulan. Terlebih lagi, visa wisata tidak memperbolehkan anda untuk bekerja.

Ingin belajar bahasa Jepang di Jepang, maka anda harus mengenali visanya terlebih dahulu agar tidak asal dalam berangkat.