Kesulitan Belajar pada Anak

ausbildungaupair.com – Kesulitan belajar pada anak ditandai dengan selalu gagal dalam menyelesaikan tugas, lambat ketika menyelesaikan tugas, kurang motivasi untuk berprestasi dan malas belajar. Nah, berbekal pengalaman, Kidzmotion sebagai lembaga pendidikan anak yang berkonsentrasi dalam penanganan sulit belajar pada anak, bekerja sama dengan Biro Psikologi Dwipayana menyelenggarakan pelatihan cara menangani kesulitan belajar yang dialami oleh anak dalam kaitannya dengan gerak motorik tubuh.

Acara ini diselenggarakan pada 28–30 Maret lalu, di Hotel Harris, Jakarta. Peserta pelatihan mencapai 116 orang, terdiri atas mahasiswa psikologi, guru, praktisi pendidikan dan psikolog, tidak hanya dari Jakarta dan sekitar, tapi juga ada yang beda pulau, seperti dari Ambon, Bali, Pakanbaru, Kupang, Batam, Kalimantan dan Riau, serta berbagai kota di Pulau Jawa.

Willis Purwati, Direktur Kidzmotion mengemukakan, “Banyak ketidaktahuan orangtua ataupun guru mengenai penyebab mengapa banyak anak sulit untuk bisa meraih prestasi seperti yang diharapkan padahal sebenarnya mereka adalah anak-anak yang pandai dan mudah untuk memahami pelajaran. Orangtua maupun guru menyebutnya sebagai anak yang tidak bisa diam, jika diberi tugas atau pekerjaan rumah selalu banyak alasan untuk menunda atau menghentikan kegiatan belajarnya sehingga tugas tidak selesai.

Ceroboh, sulit diberi tahu atau dinasihati sehingga terkesan seperti anak yang tidak tahu aturan. Pada akhirnya anak-anak ini sering kali dilabeli sebagai anak yang nakal, bodoh, malas dan sebagainya. Jika sudah demikian sering kali anaklah yang kemudian disalahkan tanpa mencoba mencari apa penyebab anak-anak menampilkan perilaku tersebut.

Kondisi-kondisi ini sebenarnya merupakan beberapa ciri dari sekian banyak ciri anak yang mengalami hambatan dalam memusatkan perhatiannya.” DR. Indun Lestari, M.Psi., pakar pendidikan dari Biro Psikologi Dwipayana dan guru besar Universitas Padjajaran yang hadir sebagai pembicara mengatakan, “Orangtua kerap lupa ada proses tahapan perkembangan dari bayi sampai sekarang.

Kesulitan belajar dapat disebabkan adanya tahapan yang terlewat dari proses perkembangan tersebut. Padahal tahapan proses tumbuh kembang anak diawali dengan perkembangan motorik kasar lalu perkembangan motorik halus. Anak yang tidak melewati tahapan tengkurap, akan sulit merangkak maka kemungkinan besar nantinya anak tersebut tidak bisa duduk diam dalam waktu beberapa menit, sehingga harus dilatih kembali tahapannya dari awal mulai tengkurap, merangkak, duduk lalu berjalan.

Jadi pada dasarnya semua tahapan tersebut kalaupun misalnya sudah terlewatkan perlu diulang untuk mempersiapkan anak menuju kesiapan belajar. Karena tahapan tersebut berkaitan dengan perkembangan kekuatan otot-otot untuk bertahan pada posisi-posisi tertentu yang memang dibutuhkan untuk bisa fokus menerima informasi yang akan menjadi materi pembelajaran.”