Membagikan 1.000 Kaki Palsu

Beberapa waktu lalu, PT Asuransi Jiwa Sequis Life (Sequislife) kembali mengadakan program “From Disable to The Able” yaitu bantuan 1.000 kaki palsu sebagai bagian dari corporate social responsibility. Acara dibuka dengan simbolisasi pemasangan kaki pertama oleh Tatang Widjaja, President Director & CEO Sequislife kepada Rina Fatina Oktari (15) warga Cipulir Kebayoran Lama Jakarta Selatan. Ia mengalami cacat kaki sejak lahir. “Kami percaya, kaki adalah anggota tubuh yang penting bagi seseorang untuk mampu mengurus diri sendiri.

Hal ini sejalan dengan tujuan dasar pendirian Sequislife For A Better Tomorrow, yaitu membantu masyarakat Indonesia meraih hari esok yang lebih baik. Dengan adanya kaki palsu akan menolong mereka kembali beraktivitas ke sekolah maupun pergi bekerja” ujar Tatang. Kebutuhan kaki palsu di Indonesia masih cukup tinggi. Persentase penduduk usia 10 tahun ke atas yang kesulitan berjalan atau naik tangga baik ringan maupun parah sebesar 1,62% atau sebanyak 655 ribu jiwa (data BPS 2010).

Angka ini menjadi indikasi tingginya jumlah penderita cacat (functional disability) termasuk cacat kaki. Sequislife kembali menggandeng Yayasan Peduli Tuna Daksa karena kualitas kaki palsu dari YPTD cukup mumpuni. Selain ringan, kaki palsu YPTD mudah diperbaiki tanpa harus datang ke yayasan. Bahannya anti-pecah dan anti-terbakar, telapak kaki juga tidak mudah rusak dan disesuaikan dengan karakter kaki untuk pekerja lapangan. Yang paling utama, adanya kartu garansi seumur hidup.

Bagi yang berminat dapat mendaftarkan keluarga, kerabat, atau kenalan mereka yang dianggap layak untuk menerima kaki palsu melalui website Sequislife di http://www.sequislife. com/forable. Dengan syarat: minimal berumur 4 tahun dan maksimal 70 tahun, tidak ada luka pada kaki yang diamputasi, untuk pasien dengan riwayat sakit gula/diabetes luka harus kering, masa setelah amputasi minimal 7 bulan untuk pemasangan kaki palsu.

Penderita cacat haruslah diberikan perlakuan khusus dan setara dengan orang yang normal. Apalagi untuk seorang anak yang akan memasuki dunia perguruan tinggi. Tentunya seorang anak yang cacat harus didukung agar memiliki mental dan percaya diri yang kuat. Agar anak lulus tes masuk perguruan tinggi sebaiknya diberikan pelatihan di kursus tes masuk universitas luar negeri ternama. Sehingga mereka memiliki bekal dalam mengerjakan semua tes yang diberikan.