Menyuburkan Bibit Empati Buah Hati Bagian 2

Si kecil hanya peduli tentang benda-benda miliknya dan dirinya sendiri, namun ia belum berpikir soal apa yang anak lain inginkan atau rasakan. Nah, dengan mengasah kepekaannya, kita berharap keegoisannya di masa batita ini tidak terbawa saat ia tumbuh dewasa.

Tunjukkan Kemurahan Hati

Cara paling efektif menanamkan empati pada si batita adalah dengan memberinya pengalaman langsung. Karena itulah orangtua diminta untuk selalu menjadi panutan yang mulia. Kepeduliankepedulian yang kita tunjukkan pada orang lain, akan ia tiru kelak dalam perilakunya. Berbagilah camilan pada Mbak di hadapan si kecil, ajaklah Mbak makan semeja saat di restoran, dan sebagainya. Selain menunjukkan berbagi, hal ini menunjukkan bahwa Mbak merupakan bagian dari keluarga yang perlu diperhatikan/dipedulikan. Berkunjung ke tempat anak-anak yang kurang beruntung seperti ke panti asuhan, bersedekah, atau kegiatan-kegiatan lain bisa juga menjadi pilihan untuk menumbuhkan empati pada anak.

Bermain Bergiliran

Pembelajaran empati juga dapat dipetik si batita melalui bermain. Saat dengan kawan-kawannya, ajarkan ia untuk bergiliran memainkan mobil-mobilannya. Tanamkan padanya bahwa dengan berbagi bukan berarti ia kehilangan mainannya, tapi justru dapat bermain bersama. Bila tak ada temannya yang bisa diajak bermain, kita bisa memosisikan diri sebagai kawan bermainnya. Ciptakan permainan “Berbagi Harta Benda”. Berikan ia mainan balok, mintalah untuk membagikan pada orang lain di sekitarnya. Satu untuk Kakak, satu untuk Papa, dan satu untuk Nenek. Buatlah ia berbangga dengan kebaikannya itu. “Mama bangga Adek mau berbagi.

Tuh, lihat, Nenek senang diberi mainan oleh Adek.” Pujian memang tampak sederhana, namun dampaknya bagi si batita akan begitu besar karena dia akan mendapat pesan bahwa berbagi itu sangat menyenangkan karena ia mendapat pujian.

Tumbuh Menjadi Dermawan

Ibarat sebuah fondasi yang sudah kuat sejak awal, kepekaan yang telah kita latih semenjak dini ini akan membangun kepribadian positif yang kokoh saat ia dewasa kelak. Tentunya semua ini perlu didukung oleh keteladanan orangtua yang konsisten dan konsekuen. Nah, selamat mengenalkan dan mempersiapkan si kecil untuk berbagi sejak dini dan kelak dapat tumbuh menjadi sosok yang berempati!

Simak juga tempat terbaik les pelatihan berbahasa Jerman di Tangerang untuk anak yang ingin mahir dalam berbahasa Jerman.